Selasa, 02 Februari 2016

Jumlah dan Kualitas Telur "Ayam Bangkok"

  
    Dari hasil hunting babon untuk mulai beternak, setidaknya kini di kandang Purbaya Farm ada empat babon dengan kualitas B (berdasarkan harga, diatas rata-rata dan dibawah babon asli import, atau lokal berkualitas A). Harganya ketika kami beli antara 700-1000, sebelum ongkos kirim. Untuk babon import berkualitas dan lokal kualitas A rata-rata diatas 1000 s.d 10.000. Harga permintaan dari peternak biasanya paling murah 2000/2500. Harga jadinya pasti berkurang. Namun, harus diingat bahwa harga tidak hanya bergantung pada kualitas, melainkan juga kelas penjual. Penjual/peternak yang sudah punya nama "kesohor"/bermain di kelas atas biasanya mematok harga lebih tinggi. Mungkin mencerminkan kualitas ayam. Namun ada kalanya kualitasnya sama saja dengan peternak lain yang harganya lebih rendah. Hanya calon pembeli yang tahu ayam berkualitaslah yang dapat membedakannya. 
     Sekarang kita bicara tentang telur. Pertama, dari jumlah telurnya. Dari berbagai referensi yang saya baca, jumlah telur ayam "bangkok" minimal enam butir, umumnya antara 8-16, dan ada juga yang mencapai dua puluhan, bahkan lebih. Ayam A (sesuai urutan pembelian) hanya bertelur (6) enam, sudah dua kali periode bertelur, sesuai dengan kriteria minimal. Ayam B bertelur (8) delapan buah. Ayam C bertelur (14) empat belas buah, sesuai keterangan pemilik sebelumnya bahwa telurnya antara 11-14 buah. Dan ayam D juga bertelur 14 buah. Kualitas telurnya, semuanya bagus, kulitnya merah artinya lebih tebal dari telur dengan kulit berwarna putih. 

     Kedua, rutinitas dalam bertelur. Hal ini mungkin tidak hanya berlaku bagi ayam bangkok karena sifatnya sama saja dengan ayam kampung. Saya sudah memelihara ayam sejak umur 6 tahun, mula-mula disuruh Ibu memberi makan ayam, jadi keterusan bahkan sampe sekarang. Rutinitas ayam dalam bertelur beda-beda. Tipe pertama ada ayam yang bertelur hampir setiap hari dan dalam jam yang sama. Model ayam ini sangat jarang. Umumnya kalaupun setiap hari bertelur, biasanya waktu bertelurnya semakin mundur; misalnya telur pertama jam delapan, telur kedua jam sembilan, ketiga jam sepuluh dst.. Nah sampai telur terakhir biasanya ayam bertelur malam hari sambil ia mulai mengeram. Tipe kedua, ada juga ayam yang bertelur 4/5/6 hari, kemudian hari ke 5/6/7 istirahat sehari. Kemudian mulai lagi dengan siklus yang sama. Model ini dengan asumsi telur esok hari terlambat dengan selisih antara 1-2 jam dari hari ini. Tipe ketiga, ayam bertelur 2/3 hari kemudian hari ke 3/4 istirahat sehari. Kemudian mulai lagi dengan siklus yang sama. Tipe keempat, tipe bertelur "puasa daud", hari ini bertelur besok tidak, lusa bertelur lagi dst. Tipe pertama dan kedua kategori ayam "rajin" yang dalam keadaan normal bisa diduga jumlah tetasan akan lebih banyak. Karena dengan bertelur hampir tanpa jeda, maka kualitas telur ketika dierami masih baik. Sedangkan tipe ketiga dan keempat kemungkinan jumlah tetasan makin sedikit karena jarak telur dengan saat mengerami agak lama, sehingga kualitas telur ketika dierami sudah menurun. Dahulu saya mengira tipe diatas semata-mata kebiasaan, tapi sekarang saya menduga hal tersebut karena nutrisi indukan yang berbeda-beda. Nutrisi tersebut mempengaruhi masa produksi telur masing-masing indukan. Jadi kriteria kedua akan berhubungan dengan kriteria ketiga di bawah ini.
     Ketiga, dari jumlah tetasannya. Ayam A, sudah dua periode pengeraman menetas dua ekor saja. Ayam B, pada periode pengeraman pertama hanya menetas tiga ekor. Ayam C, sesuai keterangan pemilik sebelumnya, jumlah tetasannya antara 9-10 ekor. Sedangkan ayam D, pengeraman pertama di kandang Purbaya menetas sembilan ekor. 
     Jumlah tetasan, dipengaruhi oleh berbagai hal. Bisa dipengaruhi oleh induknya. Misalnya karena bulu-bulunya sedikit sehingga panasnya tidak stabil. Sehingga telur kurang panas atau terlalu panas. Atau kualitas telur, yang pada dasarnya juga dipengaruhi induknya. Misalnya kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium menyebabkan pelbagai penurunan kualitas telur, seperti kulitnya jadi tipis atau sangat tipis sehingga bentuknya tidak lagi bulat. Atau telur sangat kecil, seperti telur dara/merpati. Atau bahkan induk menjadi tidak bertelur sama sekali. 
    Kekurangan kalsium disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Misalnya gizi makanan tidak terpenuhi, sementara ayam karena keterbatasan lahan hanya dikurung saja dalam kandang. Di sisi lain, ayam "dipaksa" berproduksi terus-menerus tanpa jeda, atau diberi kesempatan "mengasuh"-ngiring anaknya. Hal inilah yang kemudian menjadi sebab ayam stres dan tidak lagi bertelur. Untuk mengatasi hal-hal tersebut biasanya peternak ada yang tidak langsung "menyapih" anaknya begitu menetas, melainkan membiarkan induknya mengasuh anaknya dalam kandang umbaran. Sering-seringlah mengumbar ayam di kandang yang luas, agar terpenuhi kecukupan gizinya, atau memberi makanan mineral (B-12) dan Kalsium (kalk) yang dapat diperoleh di toko. Atau berikan gritt (cangkang kerang) yang mungkin juga dijual di pasar.
Cara Melatih Pukulan Ayam Supaya Keras dan Cepat 

  • Melatih Pukulan Ayam

     

Cara Melatih Pukulan Ayam Supaya Keras dan Cepat 

      Pukulan ayam yang cepat dan keras menjadi pilihan tersendiri bagi penghoby dan para bebotoh, karena pukulan cepat dan keras akan mengakibatkan pukulan lebih fatal sebab pukulan tersebut tidak bisa diantisipasi dari ayam lawah. Ayam aduan yang terkena pukulan cepat biasanya akan mudah kehilangan konsentrasi dalam bertarung. Adapun untuk melatih pukulan ayam aduan supaya cepat dan keras dapat melalui latihan - latihan khusus. Menurut bebotoh dikampung saya, yang biasa disebut abah Arif dan nama tersebut sudah dikenal dalam dunia perayaman dikampung saya. Dan alhasil,  baru- baru ini sempat saya temui beberapa hari yang lalu dan beliau sudah lama dan berpengalaman dalam memelihara ayam aduan, botoh tersebut mempunyai ayam bangkok asli dan bukan silangan dari ayam burma maupun ayam pakhoy. Ayam tersebut sudah berkali-kali menang hingga ada yang win 28 kali sebanyak 2ekor. Itulah yang membuat penasaran saya dan kemudian selang beberapa hari sana ada keinginan berkunjung kerumahnya dan allhamdulillah beliau ada di kediamannya dan kami berbincang bincang hingga sare hari. Ciri ayam beliau juga seperti ayam aduan pada umumnya, namun ayam tersebut mempunyai pukulan keras dan cepat.  Waktu saya tanya tentang perawatan dari ayamnya yang memiliki pukulan keras dan cepat  tersebut awalnya dia enggan memberikan penjelasan, namun setelah saya pancing-pancing, kemudian juga dia mau memberikan ilmunya tentang ayamnya yang mempunyai pukulan tersebut. "beliau berkata " Ayam aduan banyak sekali yang memiliki pukulan keras namun tidak banyak yang memiliki pukulan keras dan cepat;. Terus beliau juga berkata bahwa ayamnya yang mampu menangberkali-kali selain dari darah keturunan yang menangan ayam tersebut dirawat mulai dari remaja umur 8bulan dengan latihan. Adapun penjelasan dari beliau tentang latihan ayamnya dapat saya simpulkan sebagai berikut:

  • Ayam aduan diberi latihan khusus tiap 3kali dalam seminggu. Adapun cara melatihnya dilakukan dengan tangan kiri memegang dada ayam sedangkan tangan kanan memegang pangkal ekor dari ayam tersebut kemudian melempar ayam tersebur berkali-kali dengan tinggi lemparan sama dengan tinggi kepala ayam tersebut. Untuk tempat melemparnya ditempatkan di tanah yang empuk atau tanah yang dibasahi dengan air dengan tujuan ayam bisa latihan mencengkeram atau latihan kuda-kuda dan kaki ayam akan aman dari cidera. Ayam aduan yang dilatih seperti itu bagi ayam pemula dalam lemparan ke 20 biasanya ayam ayamtidak mampu berdiri karena pepmentukan dari otot-otot paha yang mengencang. Dan jika ayam sudah terlihat kecapean sebaiknya ayam perlu diistirahatkan dulu dan dilatih dua hari kemudian.

  • Latihan ayam seperti diatas tersebut dengan tujuan mempercepat pembentukan otot untuk memperberat dan mempercepat pukulan. Ciri ciri bahwa latihan itu sudah terlihat hasilnya apabila ayam sudah mampu dilempar sebanyak minimal 90 kali.

  • Jenis makanan ayam dalam masa latihan bisa diberi makanan pokok beras merah yang dicampur dengan telur mentah dan untuk merangsang pembentukan otot ayam diberi kaitong dengan dosis pagi satu butir sore satu butir.

Ayam aduan setelah mendapat latihan khusus seperti diatas dalam tempo 2bulan pukulan ayam tersebut akan terlihat bedanya dari ayam yang tidak diberi latihan seperti diatas. Ayam yang mendapatkan latihan seperti diatas mempunyai pukulan lebih berat dan lebih cepat namun memiliki tubuh yang padat seperti tubuh ayam yang berumur 2tahun. Dari latihan tersebut diatas juga sama dengan latihan ayam dengan cara diabar adu namun latihan tersebut untuk menghindari cidera/cacat karena ayam kebanyakan diabar.

Nah, mudah sekali kan cara melatih pukulan ayam. Dan saya cukupkan sampai disini dulu sajian tentang Cara Melatih Pukulan Ayam Supaya Keras dan Cepat, mudah mudahan dapat dijadikan bahan perbandingan bagi anda yang menginginkan pukulan ayam lebih berat dan cepat. jangan lewatkan sajian menarik lainnya tentang Tehnik Terbaik Ayam Bangkok Aduan.

Terkait dengan Cara Melatih Pukulan Ayam Supaya Keras dan Cepat

  1. Ayam Bangkok Bagus, Super dan Berkelas

  2. Ciri Paha Ayam Pukul Keras Dan Akurat

  3. Gambar Ayam Sambung Laga Thailand Terbaik

    Hasil gambar untuk perawatan ayam sabungHasil gambar untuk perawatan ayam sabung      Hasil gambar untuk perawatan ayam sabung